Trafo Step Up, Apa itu ?

Trafo Step Up

Trafo Step Up

Trafo step up adalah jenis trafo yang memiliki lilitan yang lebih banyak pada kumparan sekunder atau outputnya. Trafo jenis ini dapat menghasilkan tegangan listrik dengan taraf yang lebih tinggi pada terminal outputnya dibandingkan taraf tegangan listrik yang masuk ke trafo. Oleh karena itu, transformator ini disebut juga dengan trafo penaik tegangan. Pada trafo ini meskipun tegangannya naik tetapi daya listrik dan frekuensinya tetap sama.

Pemasangan Trafo bisa dilakukan berdasarkan Penggunaan Trafo tersebut.
Transformator juga memiliki bermacam macam jenis dari kegunaannya. Antara lain :

1.Trafo pada Sistem Transmisi Energi Listrik
3 jenis trafo yang bekerja dalam sistem transmisi energi listrik, yaitu trafo daya, trafo distribusi dan trafo pengukuran.

Trafo trafo ini berfungsi dalam membantu sistem transmisi untuk mentransfer daya listrik ke rumah-rumah penduduk.

1.1.Trafo Daya
Trafo daya berukuran sangat besar dan sering difungsikan untuk mengirim energi listrik menuju ke gardu listrik. Jadi bisa dibilang trafo ini sebagai penghubung antara generator dengan jaringan distribusi utama listrik.

Prinsip kerja dari trafo daya adalah mengubah tegangan rendah berarus tinggi menjadi tegangan tinggi berarus rendah. Tujuannya adalah untuk meminimalisir kehilangan daya pada sistem distribusi daya listrik, sehingga lebih efisien. Sebagian trafo daya mengandung minyak di dalamnya yang berfungsi sebagai pendingin.

1.2.Trafo Distribusi
Trafo distribusi bekerja pada tahap akhir di dalam sistem distribusi energi listrik. Trafo jenis ini memiliki fungsi untuk mengubah tegangan tinggi menjadi tegangan rendah yaitu sebesar 220 untuk bisa dialirkan ke rumah-rumah penduduk. Trafo distribusi ada yang satu phase atau tiga phase.

Inti dari trafo ini terbuat dari bahan palt baja. Umumnya trafo distribusi bekerja pada tegangan di bawah 200 kVA. Trafo jenis distribusi ini dapat dikelompokkan lagi berdasarkan jenis isolasi, diantaranya adalah jenis kering dan basah.

1.3.Trafo Pengukuran
Trafo pengukuran juga sering disebut dengan trafo instrumen. Trafo pengukuran berfungsi untuk mengukur peralatan pada sistem daya listrik. Prinsip kerja trafo ini yaitu listrik yang melalui kumparan primer diinsuksikan ke kumparan sekunder untuk diubah ke teganan dan arus yang lebih kecil agar bisa dihitung.

Perbandingan antara kumparan primer dan kumparan sekunder dapat diatur sehingga bisa meminimalisir kesalahan meskipun hasil yang ditampilkan bukan hasil yang sesungguhnya. Hasil yang ditampilkan haruslah dihitung dengan rumus tertentu sesui dengan jumlah lilitan antara kumparan primer dan kumparan sekunder.

2.Trafo Step Up dan Step Down
Setiap rumah penduduk mendapatkan aliran listrik dari PLN dengan tegangan sebesar 220 V AC. Akan tetapi, beberapa peralatan listrik hanya memerlukan listrik sekitar 5v – 24 V. Maka, untuk itu peralatan elektronik memanfaatkan trafo step down untuk mendapatkan tegangan yang dibutuhkan.

Pada kasus lain, untuk membutuhkan tegangan yang lebih tinggi dapat menggunakan trafo step up.

3.Trafo Isolasi
Peran utama dari trafo isolasi yakni sebagai pengaman. Trafo ini sering digunakan untuk memisahkan peralatan atau beban listrik dari sumber listrik.

Untuk prinsip kerja trafo ini, bisa diibaratkan sebagai jembatan. Dimana listrik dari sumber yang mengalir pada kumparan primer akan diinduksikan ke kumparan sekunder dan dapat digunakan oleh peralatan-peralatan listrik.

Pada umumnya, semua jenis trafo ini memiliki perbandingan jumlah lilitan yang sama yaitu 1:1 antara kumparan primer dan sekunder. Sehingga jumlah tegangan primer sama dengan tegangan sekunder.

Kelebihan trafo jenis ini dapat mencegah terjadinya kejutan listrik. Misalnya, ketika kita tidak sengaja menyentuh penghantar listrik yang terbuka, maka secara otomatis kita akan kesetrum. Karena tubuh kita telah menjadi penghantar bagi listrik untuk mengalir ke dalam tanah dan menuju kabel  yang diground-kan tadi. Dengan adanya trafo isolasi, hal tersebut tidak terjadi.

4.Trafo Matching
Bisa dikatakan trafo matching adalah jenis lain dari trafo yang pada umumnya digunakan pada perangkat elektronik. Trafo jenis ini khusus digunakan pada perangkat audio yang membutuhkan pengaturan impedansi.

Trafo ini dapat menyeimbangkan impedansi pada sebuah rangkaian amplifier dengan komponen lain. Hal inilah yang menjadikan kualitas audio yang dihasilkan amplifier akan semakin bagus dan jernih.

Butuh Trafo ? Hubungi Raja Trafo Ya

Pemasangan Instalasi Underground

Kontraktor Mekanikal Elektrikal

Pemasangan instalasi underground sangat penting sekali saat ini, terutama untuk pembangunan era modern yang membutuhkan stabilitas dan kenyamanan dalam operasionalnya. Instalasi underground juga memiliki dampak positif yaitu menghadirkan suasana lingkungan yang modern, menarik dan estetika bangunan yang bagus. Kita sering melihat Perumahan Modern, Kawasan Bisnis, Kawasan Industri Terpadu yang mana seluruh kabel dipasang di bawah tanah.

Keuntungan-keuntungan kabel bawah tanah adalah :

1.Menambah Nilai Estetika Kawasan secara menyeluruh , Bangunan dan lingkungan yang tertata rapi.
2.Terhindar dari kerusakan diakibatkan oleh cuaca buruk seperti angin kencang, hujan lebat, hujan petir, atau faktor lain.
3.Radiasi magnetik yang lebih kecil karena tertahan oleh pelindung tambahan.
4.Panjang kabel lebih pendek.
5.Tindakan kriminal seperti pencurian listrik atau komponen lebih sulit dilakukan.

Pekerjaan lain yang juga kami kerjakan adalah  :

1.Pemasangan Instalasi Grounding
2.Pemasangan Instalasi Kabel Data
3.Pemasangan Instalasi Kabel Telephone

Raja Trafo juga mengerjakan berbagai pekerjaan Mekanikal Elektrikal seperti :

1.Penanaman Kabel SKTM (Saluran Kabel Tegangan Menengah ) 20 kV
2.Pembangunan jaringan SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) 20 kV
3.Pengurusan pasang listrik baru 200 kVA – 1000 kVA (Tegangan Menengah)
4.Pengurusan tambah daya listrik dari daya 200 kVA – 1000 kVA (Tegangan Menengah)
5.Penerbitan SLO (Sertifikat Laik Operasi) Trafo, Kubikel dan Genset untuk TM ( Tegangan Menengah)
6.Pembuatan panel distribusi dan panel hubung
7.Revisi dan Instalasi Gardu Listrik
8.Pengadaan trafo,kubikel dan pembuatan Gardu Sipil Distribusi
9.Konektorisasi dan Aksesories
10.Pemasangan Kwh Meter terpusat untuk pelanggan PLN atau Swasta
11.Instalasi bangunan pergudangan dan gedung bertingkat

Pekerjaan instalasi kabel bawah tanah, pasang baru listrik / tambah daya listrik tegangan menengah dikerjakan oleh tenaga ahli berpengalaman , bekerja cepat, rapi dan sesuai target waktu dengan Biaya yang kompetitif. Pengurusan perijinan cepat dan sesuai perencanaan.

Pembuatan Gardu Induk PLN

Pembuatan Gardu Induk PLN

Gardu listrik adalah sebuah bagian dari sistem pembangkit, transmisi dan distribusi listrik. Gardu listrik mengubah tegangan listrik dari tinggi menjadi rendah, atau sebaliknya, atau untuk menjalankan beberapa fungsi penting lainnya. Antara gardu listrik dan pelanggan, tenaga listrik mengalir lewat beberapa gardu dengan tingkat tegangan listrik yang berbeda. Gardu listrik dapat meliputi transformator untuk mengubah tingkat tegangan listrik antara tegangan transmisi tinggi dan tegangan distribusi rendah, atau penghubung dua transmisi tegangan listrik berbeda.

Gardu listrik dapat dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan listrik, atau dimiliki oleh industri besar atau pelanggan komersial. Pada umumnya, gardu listrik tak ditempati, memakai sistem SCADA untuk mengatur sistem.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jawa Barat mempersilakan pelaku industri di wilayah setempat yang ingin dibuatkan gardu induk (GI) untuk mendukung produksinya. Pembangunan GI diyakini dapat mendorong industri baru, sehingga berdampak pada ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Mengutip dari pemberitaan media online, General Manager PLN Distribusi Jawa Barat yaitu Bapak Iwan Purwana mengatakan : ” Pembangunan GI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat “.

Dipaparkan, sudah ada beberapa perusahaan yang mengajukan untuk pembuatan GI, contohnya PT Multistrada Arah Sarana (MSA) di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. PLN melakukan uji coba terhadap GI berdaya 150 KV di pabrik yang memproduksi ban kendaraan ini.

Gardu ini dibangun khusus untuk memasok listrik ke PT Multistrada Arah Sarana. Proses pembangunannya pun tepat waktu, dengan memakan waktu sekitar 18-24 bulan.

Bapak Iwan Purwana mengatakan, dengan keberhasilan energizing (sinkronisasi) GI Multistrada yang tepat waktu, maka secara teknis PLN telah siap memasok listrik bagi kebutuhan PT Multistrada Arah Sarana. Selain itu, energizing ini membuktikan kepada calon-calon investor yang lain bahwa PLN mampu menyalurkan tenaga listrik bagi pengembangan pabriknya di Indonesia dengan tingkat mutu layanan sebagaimana yang diharapkan.

Gardu Induk Multistrada akan mendapat pasokan listrik dari GI Sukatani melalui jaringan transmisi tegangan tinggi 150 KV. Pembangunan Gardu Induk Multistrada ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan pasokan tenaga listrik ke PT Multistrada Arah Sarana sebesar 30 MV dan dilakukan dalam satu tahap.

Ketersediaan pasokan listrik untuk Jawa Barat saat ini mencapai sekitar 11.063 MW dengan beban puncak (peak load) berkisar 7.310 MW. Oleh karena itu, masih ada pasokan listrik Jawa Barat sebesar 3.753 MW yang dapat dimanfaatkan para investor untuk menanamkan modalnya dengan membangun membangun pabrik di Jawa Barat.

Berdasarkan data yang dia punya, pemakaian listrik pelanggan industri di Bekasi mencapai 5.184.906.130 kiloWatt hour (kWh) selama 2017. Angka ini tumbuh 8.65 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni sekitar 4.771.982.656 kWh.

Peningkatan Produksi

Sementara itu Presiden Direktur PT MSA, Bapak Pieter Tanuri mengatakan, penambahan daya listrik ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kenaikan produksi yakni pembuatan ban untuk mencukupi permintaan pasar, baik pasar dalam negeri maupun yang ekspor.

” Makanya untuk menunjang kebutuhan tersebut perlu adanya peningkatan tegangan, dari tegangan menengah ketegangan tinggi. Melalui penambahan daya tegangan listrik ini bisa meningkatkan produktivitas dan daya saing dengan suplai listrik yang konstan. Peningkatan produktivitas ini diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan devisa negara Indonesia melalui peningkatan ekspor, demikian pendapat Bapak Pieter Tanuri.

PLN Jawa Barat tentunya siap mendukung pelaku Industri yang lain untuk membuka Gardu Induk sendiri, agar pasokan listrik dan kelancaran bisnis bisa berjalan dengan baik. Semoga Industri besar terus tumbuh dan berkembang di wilayah Jawa Barat.

Pembuatan Gardu Induk PLN